TEKNIK MEMBACA CEPAT
BAGAIMANA CARA MEMBACA DENGAN CEPAT
Oleh:
Elsa Rakhmani
1. Pengertian Membaca
Keterampilan
berbahasa sangat diperlukan dalam menunjang segala aspek kehidupan. Bahasa
merupakan unsur kebudayaan setiap
manusia (Supriyono
dkk, 2018). Dari pengertian tersebut dapat
terlihat jelas bahwa bahasa adalah bagian dari manusia itu sendiri..Empat keterampilan berbahasa yaitu
membaca, menyimak, menulis, dan berbicara. Keempat keterampilan
ini saling berhubungan dan saling menunjang satu sama lain. Hal itu dikarenakan
keempat aspek tersebut sangat penting, pembelajaran bahasa dimasukkan dalam
kurikulum mata pelajaran Bahasa Indonesia (Mahargyani, dkk 2012). Salah satu keterampilan yang
fundamental untuk dipelajari dan dikuasai adalah keterampilan membaca, karena
keterampilan ini merupakan dasar dari keterampilan berbahasa lainnya. Membaca
adalah salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang disajikan dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia selain keterampilan menyimak, keterampilan
berbicara, dan keterampilan menulis. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang
No 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa membaca merupakan
salah satu dari empat keterampilan pokok yang harus dibina dan dikembangkan
dalam pendidikan bahasa (Irdawati,
Yunidar, & Darmawan, 2015). Menurut (Tarigan,
2008), membaca adalah suatu proses yang
dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak
disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis.
Dari
segi linguistik, membaca adalah suatu proses penyandian kembali dan pembacaan
sandi (a recording and decoding prosess),
berlainan dengan berbicara dan menulis yang justru melibatkan penyandian (encoding) (Anderson dalam Tarigan,
2008). Keterampilan membaca haruslah
dilatih dan melalui proses, yaitu dari pada tingkat awal atau
membaca permulaan dapat diberikan kepada anak di Taman Kanak-kanak. Hal ini
tergantung pada kesiapan membaca anak (Partijem, 2017). Membaca ini diawali dengan membaca mengeja, lalu mulai pada
membaca tingkat lanjut disertai berbagai teknik dalam penguasaannya.
2.
Tujuan Membaca
Membaca
merupakan suatu kegiatan yang kompleks. Selain untuk menambah wawasan dan
pengetahuan, membaca juga bisa digunakan untuk melatih dalam konsentrasi.
Dengan membaca, akan melatih pikiran kita untuk memahami suatu bacaan. berawal
dari keterampilan membaca pula, kita dapat mempelajari dan menguasai
keterampilan berbahasa lainnya. Contoh sederhananya yaitu untuk keterampilan
menulis. Sebelum kita menulis, tentu kita harus membaca beberapa referensi
untuk mendukung tulisan, tidak serta merta langsung menulis tanpa adanya sumber
atau rujukan.
Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut terciptanya masyarakat yang gemar
belajar. Proses belajar yang efektif antara lain dilakukan dengan kegiatan
membaca. Masyarakat yang gemar membaca memperoleh wawasan dan pengetahuan baru
yang akan semakin meningkatkan kecerdasannya sehingga mereka lebih mampu
menjawab tantangan hidup di masa-masa mendatang (Nurwida, 2016). Tujuan utama membaca adalah untuk
mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaaan (Haryono
dkk, 2012). Tujuan membaca dibagi menjadi 3 bagian yaitu:
1. Suatu program pengajaran membaca yang bertujuan untuk (a) menambah kecepatan
dan memperbaiki pemahaman, (b) mengajar siswa bagaimana mengadaptasi pendekatan
membaca dengan berbagai variasi bahan bacaan, (c) memperbaiki pembacaan bagi
semua keterampilan berbahasa. 2. Suatu latihan membaca untuk dapat
mengapresiasi dan memperoleh kesenangan estetis dari prosa atau puisi (karya
sastra). 3. Program individual yang ditujukan untuk mendorong siswa agar
membaca sebanyak-banyaknya dan memungkinkan siswa itu untuk dapat mengembangkan
diri menjadi pembaca yang teliti sepanjang hayatnya (Ahmadi dalam Farboy, 2009).
Dari hal tersebut jelas terlihat bahwa dalam
proses belajar dimulai dari membaca agar dapat memahami materi-materi lainnya
khusunya dalam pengajaran bahasa. Pengajaran Bahasa Indonesia haruslah berisi
usaha-usaha yang dapat membawa serangkaian keterampilan. Keterampilan tersebut
erat hubungannya dengan proses-proses yang mendasari pikiran. Semakin terampil
seseorang berbahasa semakin cerah dan jelas pula jalan pikirannya (Siti dkk, 2013). Selain itu,
pembelajaran bahasa bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan ber
nalar,
meningkatkan kemampuan wawasan dan keterampilan berbahasa (Aini dkk, 2012).
3. Pengertian
Membaca Cepat
Membaca cepat adalah
membaca dengan kecepatan tinggi, hampir keseluruhan materi dibaca dalam waktu
tertentu yang disertai dengan pemahaman isi 70%. Materi dalam hal ini adalah
jumlah kata yang terkandung dalam suatu bacaan, sedangkan waktu tertentu
artinya untuk memahami materi bacaan memerlukan waktu. Waktu yang dipergunakan
dalam membaca cepat adalah satuan waktu, yaitu menit. Pemahaman isi bacaan 70%
artinya, setelah selesai membaca sekurang-kurangnya pembaca menguasai isi bacaan
sebanyak 70%. (Kamalasari, 2012) kecepatan dalam membaca dapat dianalogikan seperti
menjawab pertanyaan. Apabila sudah dapat menguasai startegi dalam membaca
cepat, maka akan dapat dengan mudah untuk menerapkannya, yaitu mampu
menyelesaikan suatu bacaan dengan waktu yang cepat dan pemahaman teks 70% atau
lebih. Sama juga dengan menjawab pertanyaan. Apabila sudah menguasai suatu
materi, maka akan dengan mudah menjawab pertanyaan dari materi tersebut karena
sudah melalui proses latihan atau belajar terlebih dahulu.
Kecepatan Membaca
menunjukkan seberapa baik seseorang dalam memahmi suatu teks. Apabila teks
tersebut memuat materi yang mudah dipahamu, maka kecepatan membaca cenderung
lebih cepat. Sebuah penelitian telah menunjukan bahwa selama membaca,
orang-orang melambat ketika dihadapkan dengan ide-ide teks yang menuntuk untuk
diproses, misalnya informasi yang memaksakan mereka sulit untuk memahami atau
hal yang tidak terbiasa dengannya (Kwon & Linderholm,
2015) dalam mengukur
tingkat kecepatan membaca seseorang bukanlah hal yang mudah, karena seseorang
tidak selalu mewakili seberapa cepat kata-kata tersebut dapat diproses dan
dipahami oleh pembaca. Namun, beberapa penelitian telah menemukan bahwa tingkat
membaca berkolerasi positif dengan hasil pemahaman. Apabila tingkat atau
kemampuan membaca seseorang itu cepat, maka pemahaman yang akan diperoleh dari
suatu bacaan akan lebih dalam (McLay
dalam Huang & Liang, 2015). Dengan
kata lain, tingkat membaca dapat menunjukan sejauh mana informasi disimpan
dalam memori pembaca dalam jangka pendek di berbagai tingkat pemahaman (Nation & Cocksey dalam Huang & Liang, 2015).
4.
Sejarah Membaca
Cepat
Sejarah membaca cepat bermula ketika ahli pendidikan
dan psikolog membuat alat bantu untuk menampilkan gambar secara cepat di layar.
Eksperimen dilakukan dengan menampilkan gambar pesawat ukuran besar yang
kemudian semakin mengecil seiring dengan bertambahnya kecepatan perpindahan
antar gambar. Peneliti tersebut menemukan bahwa seseorang bisa mengidentifikasi
jenis pesawat yang ditampilkan meski hanya muncul 1/500 detik (Noer, 2017).
Salah satu tokoh besar yang memiliki kemampuan
dalam membaca cepat adalah John F. Kennedy dengan kecepatan membaca 1.000 kpm
(kata per menit). Sementara Jimmy Carter, Indira Gandhi, Marshal Mc. Luhan, dan
Burt Lancaster hanyalah sedikit dari nama-nama terkenal yang mengakui manfaat
membaca cepat bagi kemajuan karir mereka. Setiap calon cendekiawan abad modern
ini dituntut untuk membaca 850.000 kpm (Baldridge dalam Subyantoro, 2011).
Membaca menjadi hal
utama dan keterampilan yang mendasar di setiap jenjang pendidikan, karena dalam
pemahaman setiap materi tentu akan disajikan suatu teks atau bacaan yang dalm
memahaminya diperlukan keterampilan membaca. Hal ini membuktikan bahwa membaca
telah mempertahankan keunggulannya sebagai keterampilan dasar untuk belajar
pada setiap proses pendidikan sejauh ini. Bukan hanya itu, setiap aspek yang
berhubungan dengan hal akademik maupun non akademik akan menuntut kemampuan
seseorang dalam membaca dan memahami teks. Tidak mungkin suatu teks, materi,
atau bacaan dapat dipahami tanpa melalui proses membaca. Dengan demikian,
membaca telah memainkan peran kunci dalam instruksi semua keterampilan akademik
yang memiliki fitur prediktif terhadap kinerja akademik seseorang (Kanık & Bilge, 2018). Membaca cepat sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan
mengefisiensi waktu dalam menyelesaikan suatu bacaan guna menunjang proses
akademik di berbagai tingkat pendidikan.
5.
Teknik Membaca
Cepat
Membaca telah menjadi keterampilan dasar
duntuk menunjang keterampilan lainnya. Semakin tinggi tingkat pendidikan, maka
akan semakin menuntut kemampuan dalam memahami teks secara cepat yaitu melaui
teknik membaca cepat. Pada saat membaca cepat, yang harus dilakukan adalah
terus membaca, terus melaju tanpa mengulangi atau menengok baris-baris yang
sudah dibaca. Bagian-bagian yang mudah segera ditinggalkan, perhatian
difokuskan pada hal-hal atau bagian-bagian yang baru yang belum dikuasai (Agunawan, 2009).
Beberapa teknik yang bisa dipelajari
adalah, yaitu: 1) Teknik Scanning, Scanning berasal dari istilah bahasa
inggris, yang berakar kata “scan”
yang berarti “membaca sepintas kilas”. Istilah lain scanning adalah
teknik baca sepintas atau teknik baca tatap. Scanning merupakan teknik
membaca sekilas cepat, tetapi teliti dengan maksud menemukan dan memperoleh
informasi tertentu atau fakta khusus dari sebuah bacaan (Agunawan, 2009). Scanning
digunakan untuk mencari informasi atau fakta tertentu yang digunakan untuk
mencari informasi atau fakta tertentu yang berguna untuk menjawab suatu
pertanyaan atau permintaan (Nuriadi, 2008). Dalam
kehidupan sehari-hari, teknik scanning digunakan dengan tujuan antara
lain; menemukan topik tertentu, memilih acara televisi, menemukan kata di
kamus, mencari nomor telefon, dan mencari entri pada indeks (Soedarso dalam
Haryadi 2007:171); 2) Teknik Skimming,
skimming berasal dari bahasa inggris to skim yang berarti
mengambil kepala susu atau krim dengan sendok atau menyendok kepala susu.
Kepala susu merupakan bagian yang mengental yang berada di atas setengah
semangkok susu yang dipanaskan didinginkan. Kepala susu adalah intisari atau
bagian yang banyak mengandung gizi. Skimming dalam bidang membaca
merupakan sebuah istilah salah satu teknik membaca cepat. Istilah lain dari skimming
adalah baca layap. Teknik ini merupakan strategi jitu untuk membaca sekian
banyak buku dalam kurun waktu terbatas (Nuriadi, 2008). Untuk
itulah penulis beranggapan bahwa skimming adalah teknik yang tepat dalam
membaca novel; 3) Teknik skipping
(baca lompat), yaitu bahwa pembaca dalam menemukan bagian atau
bagian-bagian bacaan yang relevan, melampaui atau melompati bagian- bagian lain
(Tampubolon
dalam Rahim 2009:52) dalam (Prasetyo, 2010) Pada teknik ini
bacaan-bacaan yang dianggap tidak relevan dengan keperluan atau bagian yang
sudah dipahami tidak diperhatikan.
Teknik-teknik tersebut memiliki cara dan
tujuan masing-masing dalam memahami suatu teks. Dalam penggunaaannya pun perlu
disesuaikan dengan fungsinya masing-masing agar dapat memahami suatu teks dengan
cepat tanpa mengurangi isi dan makna dari teks yang dibaca. Dengan menggunakan
teknik-teknik tersebut, tentu akan mempermudah dalam menemukan informasi dalam
berbagai teks dan bahan bacaan.


Wae Mencengangkan
BalasHapusMenarik..
BalasHapusIni menarikk
BalasHapusMantabs, bagus sekali
BalasHapusMembantu kakak makasi
BalasHapus