Metode Bertukar Pasangan
Menurut Lubis (2015:103)Model pembelajaran bertukar pasangan adalah
model pembelajaran yang dikembangkan dari teori kontruktivisme dimana
dilaksanakan dengan cara membagi siswa menjadi berpasangan untuk mengerjakan
suatu tugas dari guru kemudian salah satu pasangan dari kelompok tersebut
bergabung dengan pasangan lain untuk saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban
masing-masing.
Menurut Anita Lie (dalam buku Istarani 2014:303) bahwa :Pembelajaran
teknik bertukar pasangan adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang
didalamnya dibentuk kelompok-kelompok yang beranggotakan dua orang yang
dinamakan berpasangan. Pembelajaran teknik bertukar pasangan adalah anggota
kelompok mempunyai tugas masing-masing yakni setiap pasangan mendapatkan satu
pasangan, kemudian guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan
pasangannya. Setelah selesai, setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan
yang lain. Kedua pasangan tersebut saling bertukar pasangan.Masing-masing
pasangan yang baru kemudian menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka.Temuan
baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan
semula.
Metode pembelajaran bertukar pasangan menitik beratkan pada kerjasama
antara anggota kelompok. Dalam kegiatan kelompok, siswa mengajar sesama siswa
lainnya, bahkan ini lebih efektif dari pada pengajaran oleh guru, dengan
demikian siswa akan termotivasi untuk belajar lebih giat yang akan berdampak
pada hasil belajar siswa yang tinggi.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa, metode
pembelajaran bertukar pasangan ialah salah satu tipe pembeljaran kooperatif
yang di dalamnya dibentuk kelompok-kelompok yang beranggotakan 2 orang siswa dengan
kata lain berpasangan. Pada metode ini anggota kelompok memiliki tugas
masing-masing. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan
pasangannya. Setelah selesai, setiap pasangan bertukar pasangan dengan pasangan
yang lain. Masing-masing pasangan yang baru ini kemudian menanyakan dan
mengukuhkan jawaban mereka. Informasi baru yang didapatkan dari bertukar
pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula.
A.
Langkah-langkah Metode Bertukar Pasangan
Adapun Langkah-langkah model
pembelajaran bertukar pasangan menurut Istarani
(2014:306) adalah sebagai berikut :
1.
Setiap
peserta didik mendapat satu pasangan (guru bisa menunjuk pasangannya atau
peserta didik memilih sendiri pasangannya).
2.
Guru
memberikan tugas dan peserta didik mengerjakan tugas dengan pasangannya.
3.
Setetah
selesai setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan lain.
4.
Kedua
pasangan tersebut bertukar pasangan, kemudian pasangan yang baru ini saling
menanyakan dan mencari kepastian jawaban mereka.
5.
Temuan
baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan
semula.
6.
Penutup.
B.
Kelebihan dan Kelemahan Metode Bertukar Pasangan
Kelebihan dari metode bertukar pasangan sebagai
berikut:
1.
Setiap siswa termotivasi untuk menguasai materi
pembelajaran karena muncul rasa malu pada diri siswa terhadap pasangannya
apabila tidak dapat menguasai materi pembelajaran.
2.
Menghilangkan kesenjngan antara yang pintar dengan
tidak pintar.
3.
Mendorong siswa tampil prima karena membawa nama baik
kelompok lamanya.
4.
Tercipta suasana gembira dalam belajar. Dengan
demikian meskipun saat pelajaran menempati jam terakhir pun, siswa tetap
antusias belajar.
Kelemahan metode bertukar pasangan sebagai berikut:
1.
Ada siswa yang takut diintimidasi bila memberi nilai
jelek kepada anggotanya bila kenyataannya siswa lain kurang mampu menguasai
materi. Solusinya, lembar penilaian tidak diberi nama si penilai.
2.
Ada siswa yang mengambil jalan pintas dengan meminta
tolong pada temannya untuk mencarikan jawabannya. Solusinya mengurangi poin pada
siswa yang membantu dan dibantu.



Bagus
BalasHapus