Metode Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD)
Menurut Slavin Student
Team Achiefment Division (STAD) merupakan model pembelajaran kooperatif yang
dikembangkan oleh R. Slavin dan teman-temannya di universitas John Hopkin.
“Model STAD merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif yang paling
sederhana, dan merupakan model yang
paling baik untuk pemulaan bagi para guru yang baru menggunakan pendekatan
kooperatif” (Slavin, 2005).
Menurut Rusman Student
Team Achiefment Division (STAD) merupakan suatu metode generik
tentang pengaturan kelas dan bukan metode pengajaran kompeherensif untuk subjek
tertentu, guru menggunakan pelajaran dan materi mereka sendiri (Rusman, 2011).
Model kooperatif tipe STAD ini mudah untuk digunakan bagi para guru
pemula karena selain mudah dipahami, model pembelajaran ini terdapat siswa dengan
kemampuan tinggi, sedang, rendah. Menurut Slavin (2010) Student Team Achiefment Division (STAD) terdiri
atas lima komponen utama, yaitu presentasi
kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual, rekognisi tim.
1.
Presentasi kelas. Bahan ajar dalam STAD pertama-tama diperkenalkan
dalam presentasi di dalam kelas. Ini merupakan pengajaran langsung seperti
yang sering kali dilakukan atau diskusi
pelajaran yang dipimpin oleh guru, tetapi bisa juga memasukkan presentasi audiovisual. Bedanya
presentasi kelas dengan pengajaran biasa hanyalah bahwa presentasi tersebut
haruslah benar-benar berfokus pada unit STAD. Dengan cara ini, para siswa akan
menyadari bahwa mereka harus benar-benar memberi perhatian penuh selama
presentasi kelas, karena dengan demikian akan sangat membantu mereka
mengerjakan kuis-kus, dan skor kuis mereka menentukan skor tim mereka.
2.
Tim. Tim terdiri dari empat atau lima siswa yang mewakili seluruh
bagian dari kelas dalam hal kinerja akademik, jenis kelamin, ras dan etnisitas.
Fungsi utama dari tim ini adalah memastikan bahwa semua anggota tim benar-benar
belajar, dan lebih khususnya lagi, adalah untuk mempersiapkan anggotanya untuk
bisa mengerjakan kuis dengan baik.
3.
Kuis. Setelah satu sampai dua periode presentasi guru dan satu atau
dua periode praktik tim, para siswa akan mengerjakan kuis individual. Para
siswa tidak diperbolehkan untuk saling membantu dalam mengerjakan kuis.
Sehingga, tiap siswa bertanggung jawab secara individual untuk memahami
materinya.
4.
Skor kemajuan individual. Skor kemajuan individual adalah untuk
memberikan kepada tiap siswa tujuan kinerja yang akan dapat dicapai apabila
mereka bekerja lebih giat dan memberikan kinerja yang lebih baik dari
sebelumnya. Tiap siswa dapat memberikan kontribusi poin yang maksimal kepada
timnya dalam sistem skor ini, tetapi tak ada siswa yang dapat melakukannya
tanpa memberikan usaha mereka yang terbaik.
5.
Rekognisi tim. Tim akan mendapatkan sertifikasi atau bentuk
penghargaan yang lain apabila skor rata-rata mereka mencapai kriteria tertentu.
Skor tim siswa dapat juga digunakan untuk menentukan dua puluh persen dari
peringkat mereka.
6.
Pemberian Skor Tim.
A.
Langkah-langkah
Berdasarkan penjabaran tentang model
kooperatif tipe STAD di atas dapat disimpulkan bahwa tipe STAD merupakan model pembelajaran
kooperatif yang mana siswa-siswa dikelompokkan dalam 4-5 anggota berdasarkan
tingkat kepandaian, jenis kelamin. Komponen utama dalam STAD adalah presentasi
kelas, tim, kuis, skor kemajuan individu, rekognisi tim.
|
Fase-fase pembelajaran Kooperatif tipe STAD |
Kegiatan Guru |
|
Fase 1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa |
Menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada
pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar |
|
Fase 2 Menyajikan/menyampaikan informasi |
Menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan mendemonstrasikan
atau lewat bahan bacaan |
|
Fase 3 Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar |
Menjelaskan kepada siswa bagaimana cara membertuk kelompok
belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien |
|
Fase 4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar |
Membimbing
kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka |
|
Fase 5 Evaluasi |
Mengevaluasi
hasil belajar tentang materi yang telah diajarkan atau masing-masing kelompok
mempresentasikan hasil kerjanya |
|
Fase 6 Memberikan penghargaan |
Mencari
cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu da
kelompok |
- Kelebihan dalam penggunaan model
pembelajaran STAD sebagai berikut:
1.
Siswa bekerja sama dalam mencapai tujuan dengan menjunjung tinggi
norma-norma kelompok.
2.
Siswa aktif membantu dan memotivasi semangat untuk berhasil
bersama.
3.
Aktif berperan sebagai tutor sebaya untuk lebih meningkatkan
keberhasilan kelompok.
4.
Interaksi antar siswa seiring dengan peningkatan kemampuan mereka
dalam berpendapat.
- Kelemahan dalam penggunaan model
pembelajaran STAD sebagai berikut:
1.
Sejumlah siswa mungkin banyak yang bingung karena belum terbiasa
dengan perlakuan seperti ini.
2.
Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk siswa sehingga sulit
mencapai target kurikulum.
3.
Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk guru sehingga pada umumnya
guru tidak mau menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD.
4.
Membutuhkan kemampuan khusus guru sehingga tidak semua guru dapat
melakukan pembelajaran kooperatif STAD.
5.
Menuntut sifat tertentu dari siswa, misalnya sifat suka bekerja
sama.



Terima kasih kak...
BalasHapusSangat membantu sekali😉🤗
terimakasih kakaa,
BalasHapussangat membantu sekali:)
sangat membantu kakak
BalasHapusMantap kak, membantu sekali
BalasHapusMantab kakak
BalasHapusTerima kasih kakak
BalasHapusterimakasih , membantu sekali
BalasHapusMantap bund
BalasHapusMantaboo
BalasHapus